detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 22:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 06/04/2013 20:50 WIB

Mayjen TNI Hardiono Saroso Baru 9 Bulan Menjabat Pangdam IV/Diponegoro

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Semarang - Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Hardiono Saroso menjadi perbincangan publik lantaran pernyataannya yang membantah keterlibatan anggotanya terlibat dalam penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Namun setelah hasil investigasi menyebutkan pelaku adalah anggota Kopassus, Hardiono dimutasi.

Mayjen TNI Hardiono Saroso baru 9 bulan menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro. Serah terima jabatan dilakukan Juli tahun 2012 lalu. Hardiono menggantikan Mayjen TNI Mulhim Asyrof yang memasuki masa pensiun.

Sebelum menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Hardiono Saroso bertugas sebagai Asisten Operasional (Asops) Kepala Staf Angkatan Darat. Pria yang lulus dari akademi militer pada tahun 1981 ini juga pernah menjabat sebagai Kasdam IV/Diponegoro pada tahun 2010.

Setelah delapan bulan menjabat, terjadi peristiwa penembakan di LP Cebongan tanggal 23 Maret yang menewaskan empat tahanan. Beberapa jam setelah kejadian, Pangdam IV/Diponegoro mendampingi Menkum HAM dan menyatakan kelompok terlatih seperti yang terjadi dalam peristiwa itu belum tentu dilakukan oleh aparat.

"Aksi terlatih itu relatif, semua orang ya terlatih," kata pria yang pernah menjadi kepala operasi militer di daerah Manatuto dan Lospalos tahun 1983 hingga tahun 1985 itu.

Ia juga membantah senjata yang digunakan pelaku bukan berasal dari kesatuannya. "Organik kita maupun nonorganik, dan saya bertanggungjawab penuh semua yang ada di Kodam," tegasnya usai upacara penutupan pendidikan Secaba di Magelang tanggal 23 Maret lalu.

Pada pernyataan tim investigasi yang menangani kasus tersebut ternyata disebutkan pelaku adalah oknum anggota TNI AD dari Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasura.Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(alg/rmd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close