Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 06/04/2013 18:05 WIB

ABG Korban Perkosaan 10 Pria Bercita-cita Menjadi Polwan

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Setiap orang tentunya mempunyai cita-cita. Begitupun dengan ABG 14 tahun yang menjadi korban perkosaan 10 pria di Jakarta Timur. Sambil tersipu malu, ABG berkulit kuning langsat ini mengungkapkan keinginannya menjadi polwan.

"Mau jadi polwan," ujarnya lirih.

Hal tersebut disampaikannya saat ditanya wartawan di kantor Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Jl TB Simatupang, Jakarta Timur, Sabtu (6/4/2013).

Dia juga sempat mengutarakan keinginannya untuk kembali bersekolah, akan tetapi dia tidak mau melanjutkan pendidikan di tempat yang lama karena malu dengan teman-temannya.

"Aku masih mau sekolah, tapi tidak mau di tempat yang lama," kata gadis tersebut.

Hal tersebut diamini sang ibu yang menemaninya ke kantor Komnas PA tadi siang. Sang ibu mengatakan anaknya masih ingin sekolah tetapi merasa malu untuk kembali melanjutkan di sekolah yang lama. Bahkan pihak sekolah juga menyarankan gadis ini untuk pindah ke tempat yang lain.

"Setelah kejadian ini dia tidak mau masuk sekolah karena malu. Pihak sekolah juga sarankan agar anak saya pindah. Saya sudah berusaha cari sekolah lain, tapi tanggung karena dua bulan lagi dia mau ujian," kata perempuan 44 tahun itu.

"Jadi untuk sementara anak saya tidak sekolah," ujar sang Ibu sendu.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rmd/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%