Jumat, 05/04/2013 13:50 WIB

Oknum Kopassus Serang LP, SBY: Jiwa Korsa yang Sadis Tak Dibenarkan

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta hukum tetap ditegakkan dalam kasus penyerangan Lembaga Permasyarakatan (LP) Cebongan. Jiwa korsa yang mendasari terjadinya penembakan empat orang tahanan, juga tidak bisa dibenarkan.

"Tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan dalam negara hukum. Mengapa itu terjadi karena ada jiwa korsa dan perilaku sekelompok orang disebut preman dengan sadis membunuh bintara Kopassus TNI AD. Jiwa korsa yang dengan sadisnya itu juga tidak kita benarkan," kata SBY di halaman Masjid Baiturahman, Kompleks Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (4/5/2013).

Mengenai penegakan hukum kasus penyerangan LP Cebongan tersebut, SBY meminta TNI dan Polri untuk berkoodinasi. SBY percaya dua institusi tersebut akan dapat bekerja secara profesional.

"Saya dukung langkah-langkah TNI dan Polri untuk tegakkan hukum dan keadilan, berikan ruang seluas-luasnya untuk mereka bekerja secara profesional," ujar SBY yang mengenakan baju koko warna putih ini.

SBY juga menyatakan, sejak awal dia telah menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk menindaklanjuti kasus penyerangan di LP Cebongan yang menewaskan 4 orang itu. Dia memberi arahan agar pengusutan kasus dipercepat.

"Tentu semua yang saya instruksikan tidak harus diliput media massa. Kalau semua statement diberitakan ada yang bilang itu pencitraan," kata SBY.

SBY juga memberikan apresiasi kepada pelaku yang dengan ksatria mengaku siap bertanggung jawab. "Para prajurit tampil bertanggung jawab, ksatria dan siap menerima sanksi. Bagi saya itu bertanggung jawab, ksatria. Itulah prajurit sejati yang harus ditunjukkan ke seluruh rakyat Indonesia, mereka bertanggung jawab. Hukum harus ditegakan seadil-adilnya," kata SBY.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mpr/fjp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%