detikcom

Jumat, 05/04/2013 11:54 WIB

Sutiyoso: Penyerangan LP Cebongan Esprit de Corps yang Keliru

Rini Friastuti - detikNews
Sutiyoso (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan Wakil Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Sutiyoso menilai perilaku 11 anggota Kopassus dalam kasus LP Cebongan keliru. Sebab semangat korps dan jiwa korsa yang dipraktikkan telah salah.

"Cebongan itu kan oknum dan karena setia kawan dan solidaritas. Esprit de corps diterapkan secara keliru dan berlebihan pada prajurit pasukan khusus itu," kata Sutiyoso usai menghadiri upacara pengucapan sumpah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (5/4/2013).

Menurut pria yang biasa disapa Bang Yos ini, jiwa korsa tersebut harusnya digunakan untuk hal positif. Sebagai prajurit, semua anggota Kopassus harus taat pimpinan. Sutiyoso sendiri terakhir di tubuh Angkatan Darat memegang bintang tiga atau letnan jenderal.

"Dan dalam hal ini yang harusnya dilakukan adalah bagaimana prajurit itu harus dan taat terhadap atasan, dan nantinya para atasan perwira ini harus secara ketat mengawasi kejadian seperti itu bagaimana dia melakukan pengawasan untuk mencegah agar tidak terjadi kejadian yang serupa," cetus mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini terjun ke dunia politik praktis itu.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%