Jumat, 05/04/2013 11:54 WIB

Sutiyoso: Penyerangan LP Cebongan Esprit de Corps yang Keliru

Rini Friastuti - detikNews
Sutiyoso (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan Wakil Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Sutiyoso menilai perilaku 11 anggota Kopassus dalam kasus LP Cebongan keliru. Sebab semangat korps dan jiwa korsa yang dipraktikkan telah salah.

"Cebongan itu kan oknum dan karena setia kawan dan solidaritas. Esprit de corps diterapkan secara keliru dan berlebihan pada prajurit pasukan khusus itu," kata Sutiyoso usai menghadiri upacara pengucapan sumpah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (5/4/2013).

Menurut pria yang biasa disapa Bang Yos ini, jiwa korsa tersebut harusnya digunakan untuk hal positif. Sebagai prajurit, semua anggota Kopassus harus taat pimpinan. Sutiyoso sendiri terakhir di tubuh Angkatan Darat memegang bintang tiga atau letnan jenderal.

"Dan dalam hal ini yang harusnya dilakukan adalah bagaimana prajurit itu harus dan taat terhadap atasan, dan nantinya para atasan perwira ini harus secara ketat mengawasi kejadian seperti itu bagaimana dia melakukan pengawasan untuk mencegah agar tidak terjadi kejadian yang serupa," cetus mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini terjun ke dunia politik praktis itu.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%