detikcom
Jumat, 05/04/2013 11:54 WIB

Sutiyoso: Penyerangan LP Cebongan Esprit de Corps yang Keliru

Rini Friastuti - detikNews
Sutiyoso (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan Wakil Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Sutiyoso menilai perilaku 11 anggota Kopassus dalam kasus LP Cebongan keliru. Sebab semangat korps dan jiwa korsa yang dipraktikkan telah salah.

"Cebongan itu kan oknum dan karena setia kawan dan solidaritas. Esprit de corps diterapkan secara keliru dan berlebihan pada prajurit pasukan khusus itu," kata Sutiyoso usai menghadiri upacara pengucapan sumpah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (5/4/2013).

Menurut pria yang biasa disapa Bang Yos ini, jiwa korsa tersebut harusnya digunakan untuk hal positif. Sebagai prajurit, semua anggota Kopassus harus taat pimpinan. Sutiyoso sendiri terakhir di tubuh Angkatan Darat memegang bintang tiga atau letnan jenderal.

"Dan dalam hal ini yang harusnya dilakukan adalah bagaimana prajurit itu harus dan taat terhadap atasan, dan nantinya para atasan perwira ini harus secara ketat mengawasi kejadian seperti itu bagaimana dia melakukan pengawasan untuk mencegah agar tidak terjadi kejadian yang serupa," cetus mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini terjun ke dunia politik praktis itu.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%