Jumat, 05/04/2013 07:24 WIB

Bagaimana Oknum Kopassus Bisa Mengaku? Ini Kata TNI AD

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - 11 Orang terlibat dalam penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Mereka bergerak dari lokasi latihan di Gunung Lawu dengan membawa beberapa pucuk senjata. Mereka geram melihat Serka Heru dibunuh Deki Cs.

"Itu aksi spontanitas," kata Kadispen TNI AD Brigjen Rukman Ahmad saat dikonfirmasi, Jumat (5/4/2013).

Peristiwa kelabu di LP Sleman terjadi pada (23/3). Deki Cs meregang nyawa ditembak di selnya oleh kelompok bersenjata yang ternyata oknum Kopassus.

Sejumlah tim kemudian dibentuk untuk mengungkap kasus itu. Mulai dari tim di kepolisian hingga Komnas HAM. Tapi, kasus belum terungkap. Bahkan Komnas HAM ditolak masuk ke markas Grup 2 Kopassus di Kandang Menjangan Kartasura.

Hingga akhirnya, kasus ini terkuak setelah tim investigasi TNI AD bergerak. "Sejak hari pertama, mereka secara ksatria jujur mengaku," jelas Rukman.

Sayangnya, Rukman tak bisa merinci bagaimana proses pengakuan itu. Hanya dijelaskan, kepada tim investigasi yang dibentuk KSAD, para pelaku langsung mengakui perbuatannya.

"Saya rasa semua sudah ada datanya seperti disampaikan dalam jumpa pers kemarin," tuturnya.

11 Orang prajurit kini akan diproses hukum menghadapi peradilan militer. Seorang menjadi eksekutor dan yang lainnya memberi dukungan.

"Kita tunggu perkembangan penyidikan," tegasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%