Kamis, 04/04/2013 13:40 WIB

Mantan Ketua KPK Komentari Pelanggaran Kode Etik Samad

Rivki - detikNews
Jakarta - Ketua KPK Abraham Samad melanggar kode etik sedang dalam kasus kebocoran sprindik Anas Urbaningrum. Sanksi teguran tertulis pun diberikan pada Samad. Apa komentar pimpinan KPK terdahulu, Taufiqurrahman Ruki?

"Saya kira apa yang disampaikan oleh komite etik sudah bagus. Sudah pas itu dan tinggal bagaimana pimpinan KPK yang ada sekarang melakukan perbaikan-perbaikan mekanisme internal," kata Ruki.

Hal tersebut dia sampaikan usai bertemu Presiden SBY di kantor kepresidenan, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (4/3/2013). Ruki hadir dalam kapasitas anggota BPK.

Ruki tak mau masuk terlalu jauh kepada materi pelanggaran kode etik Samad. Termasuk pembelaan pria asal Makassar itu yang menilai putusan komite etik terlalu berlebihan.

"Itu silakan masing-masing punya komentar. Saya tidak mau meng-counter komentar," imbuhnya.

Saat ini, kata Ruki, KPK harus melakukan evaluasi terhadap prosedur internal. Sejumlah penyesuaian perlu dilakukan, termasuk di kalangan pegawai hingga pimpinan.

"Mungkin cuma persoalan gaya saja. Gayanya Abraham Samad belum match dengan gayanya Bambang Widjojanto, gayanya Bambang belum match dengan gayanya Pandu," paparnya.

"Saya kira kembali memperbaiki kondisi yang sempat terganggu dengan peristiwa kemarin, mereka tetap harus solid, kasihan bangsa ini," imbuhnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
63%
Kontra
37%