Detik.com News
Detik.com
Kamis, 04/04/2013 10:48 WIB

Pemerkosa Siswi SMA Saat Reuni di Cibubur Masih Diburu

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Pelaku pemerkosaan siswi SMA saat reunian dengan rekan-rekan SMP-nya masih diburu polisi. Petugas masih mengumpulkan bukti-bukti untuk menciduk berandalan tersebut.

"Belum ditangkap, karena kita memang masih mengumpulkan bukti," kata Kasubag Humas Polres Jakarta Timur Kompol Didik kepada detikcom, Kamis (4/4/2013).

Didik mengatakan, rencananya hari ini atau Jumat besok petugas akan memintai keterangan korban. "Kita masih atur waktunya karena tak mau mengganggu waktu belajarnya," katanya.

Didik mengatakan, siswi SMA ini sudah menjalani visum di RSCM dan orangtuanya sudah dimintai keterangan. "Hasil visumnya belum keluar dan ibu korban sudah diperiksa," katanya.

Siswi kelas 1 SMA ini diduga menjadi korban aksi bejat rekan sekolahnya SMP-nya dulu saat pesta reuni. Dia melaporkan hal itu pada Senin (1/4) ke Mapolres Jakarta Timur, Jl Matraman Raya, sekitar pukul 22.00 WIB.

Pemerkosaan ini terjadi terjadi beberapa bulan lalu. Saat itu, korban menghadiri undangan reuni rekan SMP-nya di kawasan Cibubur, Jaktim. Saat korban dan beberapa rekan laki-lakinya tengah menunggu teman lainnya, muncul niat jahat dari salah seorang rekan korban, yaitu berbuat mesum kepada korban.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nal/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%