detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 07:48 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 03/04/2013 18:12 WIB

Ssstt.. KPK Selidiki Asal Kekayaan Lutfhi Hasan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Luthfi Hasan Ishaaq ketika ditangkap KPK.
Jakarta - Selain kasus dugaan suap ijin impor daging, Lutfhi Hasan Ishak juga menjadi tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kini KPK kini tengah mengincar harta kekayaan mantan Presiden PKS yang diduga diperoleh dari tindak pencucian uang.

"Teman-teman penyidik menetapkan bahwa ada pasal-pasal lain dalam UU TPPU yang ditetapkan, ada indikasi bahwa LHI punya kekayaan yang lain yang bisa dikualifikasi bagian dari pencucian uang," ujar Wakil Ketua KPK, Bambang Widjajanto, di Kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (3/4/2013).

Namun KPK masih menutup informasi tentang berapa jumlah aset yang tengah diselidiki.

"KPK tidak akan mau menyebutkan kalau masih dalam proses investigasi nanti kalu barang sudah diambil, disita itu menjadi bagian informasi kepada publik kalau sekarang kan nggak mungkin dikasih tahu," terangnya.

"Kan proses sedang jalan kan kalau ada hasilnya pasti akan dikomunikasikan," imbuhnya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(fiq/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%