Detik.com News
Detik.com

Rabu, 03/04/2013 16:32 WIB

Bong Sabu dalam Camry yang Celaka di Tol Simatupang Masih Beruap

Mulya Nurbilkis - detikNews
Bong Sabu dalam Camry yang Celaka di Tol Simatupang Masih Beruap dok detikcom
Jakarta - Dua orang tewas akibat kecelakaan tunggal sedan Camry di Tol TB Simatupang pada Sabtu (30/3), Yassir (sopir) dan Winda Anggraini (penumpang) positif memakai sabu-sabu. Dalam mobil itu ditemukan bong yang masih beruap.

"Ada tempat bong yang masih ada uap. Bekas tempat yang dipakai masih ada sisanya, itu dugaan indikasi baru digunakan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (3/4/2013).

Namun polisi masih menunggu hasil uji Puslabfor apakah sabu-sabu dan bong itu dipakai di dalam mobil atau di luar mobil sebelumnya. Termasuk apakah penyebab kecelakaan karena mengantuk atau pengaruh obat-obatan.

"Masih perlu didalami apakah dilakukan di mobil atau di tempat lain. Yang jelas di mobil disiapkan sepertinya membawa alat bong, ada sabu, ada pil. Apakah untuk konsumsi sendiri atau untuk digunakan sebagai pengedar itu dari narkoba yang akan mengurusinya," jelas Rikwanto.

Pemilik narkobanya sendiri, imbuh dia, belum ditemukan. Puslabfor Polri sendiri masih melakukan pemeriksaan pada Camry celaka tersebut.

"Tujuannya sejauh mana kecepatan mobil hingga kecelakaan, benturan, kondisi kecelakaan dikaitkan dengan korban. Sesuai dengan olah TKP, korban terlempar keluar kemudian dengan benturan yang ada meninggal. Puslabfor ingin melihat efeknya sejauh mana sehingga menyebabkan seperti itu," jelas Rikwanto.

Toyota Camry B 1596 KV mengalami kecelakaan tunggal pukul 04.00 WIB, Sabtu (30/3) di jalan Tol TB Simatupang Kilometer 25+400. Mobil melaju dari arah Lebak Bulus ke Kampung Rambutan dengan kecepatan tinggi. Yassir (30) dan Winda (25) tewas dalam kecelakaan. Keduanya terlempar ke sisi kiri dan kanan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%