detikcom
Rabu, 03/04/2013 13:19 WIB

Hari ke-170 Jokowi

Ini 3 Syarat Lurah Idaman Jokowi

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Lewat seleksi dan promosi jabatan terbuka, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ingin menjaring lurah dan camat yang punya kompetensi. Ia punya sejumlah kriteria lurah dan camat idolanya.

"Sisi manajerial, administratif bahkan lapangan harus menguasai. Kedua, kita juga pengen mendapatkan pejabat yang menguasai problem lapangan dan wilayah. Ngerti. Penguasaan lapangan dan wilayah itu kuat. Yang ketiga, yang paling penting mau melayani. Itu saja yang kita butuhkan, terutama yang ada di front-front depan, seperti lurah camat," kata Jokowi.

Hal ini disampaikan Jokowi usai menghadiri acara wisuda sarjana dan magister 2013 Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) di Gedung JCC Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2013).

Menurut Jokowi, semua calon peserta semangat menjalani lelang jabatan ini. Tim seleksinya dari berbagai kalangan mulai dari akademisi hingga masyarakat.

Ia mengatakan lurah dan camat lama juga diberi prioritas. "Yang camat dan lurah lama diberi prioritas. Kemudian yang kita dahulukan ini juga yang camat dan lurah yang kosong. Udah. Prioritas itu artinya ada point sendiri. Mereka diberi poin sendiri," kata Jokowi.

"Kalau nggak masuk kriteria kompetensi yang kita inginkan, yang dibutuhkan ya gimana? Tapi kalau saya lihat SDM-nya ya baik-baik. Kalau saya lihat. Tapi kan perlu yang namanya seleksi dan promosi jabatan terbuka. Ini sebuah acara dan barang baru harus hati-hati. Dalam artian kalau ini sukses dan baik, bisa kita terapkan di semua," lanjut pria asli Solo ini.




Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%