Detik.com News
Detik.com
Rabu, 03/04/2013 11:10 WIB

5 Taman dan Ruang Kreatif di Kolong Jembatan

Nograhany Widhi K - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 2 dari 6 Next »
5 Taman dan Ruang Kreatif di Kolong Jembatan  - 2 dok waterfrontoronto.ca
1. Underpass Park, Toronto, Kanada

Underpass Park, Toronto, Kanada, memanfaatkan ruang-ruang mati di bawah 2 jembatan layang Adelaide Street, Eastern Avenue dan Richmond Street di West Don Lands yang saling bertetangga di Toronto.

Taman ini merupakan salah satu proyek inisiatif Waterfront Toronto, satuan tugas yang dibentuk Pemkot Toronto untuk merevitalisasi bagian kota yang berhadapan dengan laut. Taman ini diresmikan oleh Wali Kota Toronto Rob Ford pada Agustus 2012 lalu. Diharapkan dengan adanya ruang kreatif ini, warga kota bisa saling berinteraksi.

Di bawah kolong jembatan ini, ada seni instalasi kaca oleh seniman Paul Raff. Raff membuat kaca-kaca yang sudah dipotong segi 8 sehingga kegiatan warga di bawah bisa terlihat di atas kaca itu. Ada juga arena bermain skate, lapangan basket hingga wahana permainan anak-anak.

Padahal sebelumnya, bawah jembatan layang ini hanya ditumbuhi tanaman-tanaman liar. Pembangunan taman kota ini dibagi dalam dua fase, pertama US$ 6 juta atau Rp 58 miliar dan kedua US$ 3,5 juta atau Rp 34 miliar yang diambil dari APBN Kanada.



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%