Selasa, 02/04/2013 22:36 WIB

Sekjen PBB: Krisis Korea Utara terlalu berlebihan

BBCIndonesia.com - detikNews
Militer Korea Utara

Pengumuman Korut untuk mengaktifkan kembali reaktor nuklir semakin meningkatkan ketegangan.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan krisis Korea Utara sudah "terlalu berlebihan" setelah Pyongyang mengumumkan rencana memulai lagi kompleks nuklir.

Dalam jumpa pers saat berkunjung ke Andorra, Ban Ki-moon menyerukan pertemuan mendesak dengan Korea Utara.

Pengumuman Pyongyang itu merupakan serangkaian langkah yang dilakukan setelah uji coba nuklir ketiga bulan Februari lalu.

Korea Utara marah karena sanksi PBB serta latihan militer tahunan bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan.

"Semuanya harus tenang dan tidak perlu bagi Korea Utara untuk bertentangan dengan masyarakat internasional. Ancaman nuklir bukan lah satu permainan," kata Ban.

Sebelumnya, juru bicara kementerian Korea Selatan mengatakan bila pengumuman Korea Utara itu benar -termasuk mengaktifkan kembali reaktor selama enam tahun- langkah itu "sangat disesalkan."

Rumit dan sensitif

Seoul dan Amerika Serikat memperingatkan akan ada balasan "cepat dan keras" bila ada provokasi militer dari Korea Utara.

Juru bicara departemen luar negeri Cina Hong Lei menyerukan semua pihak menahan diri untuk menyelesaikan masalah yang "rumit dan sensitif."

Retorika dan ancaman harian oleh Korea Utara meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

Sementara itu, departemen luar negeri Rusia, memperingatkan ketegangan akan meningkat di Semenanjung Korea.

"Tujuan utama adalah menghindari skenario kekuatan militer. Tidak dapat diterima untuk menggunakan keadaan di sana (Semenanjung Korea) untuk meraih tujuan politik dan militer seseorang," kata juru bicara kemenlu Rusia, Grigoriy Logvinov.

(bbc/bbc)

  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%