Selasa, 02/04/2013 19:35 WIB

PT KAI: Harga Per Stasiun Lebih Fair, Agar Warga Banyak Naik KRL

Ikhwanul Habibi - detikNews
dok detikcom
Jakarta - PT KAI akhirnya menetapkan tarif progresif per stasiun untuk KRL Jabodetabek atau Commuter Line per Juni 2013. Tarif ini dinilai lebih adil, menarik warga agar naik KRL sehingga bisa mengurangi beban jalan raya yang selalu mengalami kemacetan.

"E-ticketing mulai diproses minggu depan. Maka dari itu harga tiket berdasarkan jarak atau per sektor. Per 1 Juni 2013, mulai diimplementasikan. Mendorong supaya jam bukan sibuk masyarakat terdorong naik KRL," ujar Direktur Komersial PT KAI Sulisto Wimbo Hardjito.

Hal itu disampaikan Wimbo dalam jumpa pers di Stasiun Gambir, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2013).

Sementara Dirut PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Ignatius Tri Handoyo mengatakan penetapan tarif ini diharapkan berdampak mengurangi beban jalan raya di kawasan Jabodetabek, yang diketahui selalu macet.

"Harga ditentukan berdasarkan keberangkatan penumpang supaya lebih fair. Juga Agar terjadi perpindahan moda transportasi,mengurangi beban jalan raya," ujar Tri.

Sebelumnya PT KAI memaparkan tarif Commuter Line untuk 5 stasiun pertama dari stasiun keberangkatan penumpang dikenakan Rp 3 ribu. Dan untuk selanjutnya pentarifan dihitung per 3 stasiun dengan tarif sebesar Rp 1.000

Kebijakan tarif progresif ini menggantikan single tarif Rp 8.000 - Rp 9.000 (jauh-dekat) yang berlaku selama ini.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%