Selasa, 02/04/2013 18:48 WIB

Horee! PT KAI Tetapkan Tarif KRL Per Stasiun Mulai Rp 3.000

Ikhwanul Habibi - detikNews
dok detikcom
Jakarta - PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ), anak perusahaan PT KAI, akhirnya menetapkan tarif progresif untuk KRL Jabodetabek (commuter line). Tarif sesuai dengan jarak dan stasiun yang disinggahi. Tarifnya mulai dari Rp 3 ribu.

"Penentuan besaran tarif pada perjalanan KRL dilakukan melalui mekanisme penghitungan tarif minimal. Yakni, 5 stasiun pertama dari stasiun keberangkatan penumpang dikenakan Rp 3 ribu. Dan untuk selanjutnya pentarifan dihitung per 3 stasiun dengan tarif sebesar Rp 1.000," kata Dirut PT KCJ Ignatius Tri Handoyo.

Hal itu dikatakan Tri dalam jumpa pers di Stasiun Gambir, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2013).

Mekanisme pentarifan dengan menghitung jumlah stasiun dilakukan untuk mempermudah penumpang dalam menghitung biaya yang harus dikeluarkan saat akan melakukan perjalanan dengan KRL di Jabodetabek.

"Penetapan tarif per stasiun akan diterapkan untuk perjalanan KRL di Jabodetabek. Sistem pentarifan per stasiun akan diberlakukan bersamaan dengan penetapan e-ticketing pada KRL di Jabodetabek yang direncanakan akan dilaksanakan pada Juni 2013," jelas Tri.

Kebijakan tarif progresif ini menggantikan single tarif Rp 8.000 - Rp 9.000 (jauh-dekat) yang berlaku selama ini.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%