detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 11:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 02/04/2013 15:16 WIB

Waspada Melintasi Perlintasan Kereta Pocin, Nyawa Taruhannya

Syarifah Nur Aida - detikNews
Ilustrasi kereta (Chazizah/ detikcom)
Jakarta - Belasan orang yang hendak menyeberang rel kereta di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, nyaris tertabrak kereta siang ini. Penyebabnya, tidak ada peringatan petugas melalui pengeras suara.

"Kita mau menyeberang dari ke arah Depok Town Square. Karena ada kereta berhenti, akhirnya kita menunggu. Begitu kepala kereta selesai lewat, kita semua menyeberang. Dari arah sebaliknya, ternyata ada bunyi kereta datang," kata Pratiwi Mayasari (23) saat dihubungi detikcom, Selasa (2/1/2013).

Kondisi jalur rel yang berbelok membuat Maya dan belasan penyeberang lain kesulitan melihat kedatangan kereta. Shock, seorang ibu dan satu anak perempuannya yang masih duduk di bangku SD, sempat terdiam di tengah rel.

"Pas sudah di tengah, petugasnya teriak-teriak, "Woy, ada kereta!" sambil menunjuk. Akhirnya mereka sempat mundur lagi, hampir tertabrak," ujar mahasiswi pascasarjana UI ini.

Petugas stasiun yang menyaksikan kejadian kemudian berteriak, "Kan sudah dibilang awas, untung gak meninggal."

Peringatan lisan petugas tak didengar penyeberang karena bisingnya suara kereta. Palang perlintasan juga hanya tersedia di sisi rel lain.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(gah/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%