detikcom
Selasa, 02/04/2013 15:16 WIB

Waspada Melintasi Perlintasan Kereta Pocin, Nyawa Taruhannya

Syarifah Nur Aida - detikNews
Ilustrasi kereta (Chazizah/ detikcom)
Jakarta - Belasan orang yang hendak menyeberang rel kereta di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, nyaris tertabrak kereta siang ini. Penyebabnya, tidak ada peringatan petugas melalui pengeras suara.

"Kita mau menyeberang dari ke arah Depok Town Square. Karena ada kereta berhenti, akhirnya kita menunggu. Begitu kepala kereta selesai lewat, kita semua menyeberang. Dari arah sebaliknya, ternyata ada bunyi kereta datang," kata Pratiwi Mayasari (23) saat dihubungi detikcom, Selasa (2/1/2013).

Kondisi jalur rel yang berbelok membuat Maya dan belasan penyeberang lain kesulitan melihat kedatangan kereta. Shock, seorang ibu dan satu anak perempuannya yang masih duduk di bangku SD, sempat terdiam di tengah rel.

"Pas sudah di tengah, petugasnya teriak-teriak, "Woy, ada kereta!" sambil menunjuk. Akhirnya mereka sempat mundur lagi, hampir tertabrak," ujar mahasiswi pascasarjana UI ini.

Petugas stasiun yang menyaksikan kejadian kemudian berteriak, "Kan sudah dibilang awas, untung gak meninggal."

Peringatan lisan petugas tak didengar penyeberang karena bisingnya suara kereta. Palang perlintasan juga hanya tersedia di sisi rel lain.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(gah/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close