Selasa, 02/04/2013 12:37 WIB

Perampokan Pegadaian Rp 6,7 M di Yogya, 5 Pelaku Kabur dengan Motor

Edzan Raharjo - detikNews
Yogyakarta - Kantor Pegadaian Syariah Unit Ngampilan, Yogyakarta, dirampok. Uang tunai Rp 13 juta dan perhiasan yang ditaksir senilai Rp 6,7 miliar digondol perampok. Ada 5 pelaku perampokan, mereka semua membawa senjata api.

"Mereka juga menggunakan 5 buah motor," kata saksi karyawan Pegadaian, Slamet, sebelum dibawa aparat Polresta Yogyakarta di lokasi, Selasa (2/4/2013).

Perampokan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Perampokan terjadi begitu cepat. 5 Pelaku datang, kemudian memarkirkan motor. Masih memakai helm mereka masuk ke dalam pegadaian.

"Mereka pakai senjata api, kemudian menodongkan senjata minta uang," jelas Slamet.

Setelah mendapatkan uang dan perhiasan, mereka memasukkannya ke dalam 3 buah ransel. Kemudian para pelaku melarikan diri.

Saat ini, polisi telah mengamankan lokasi. Mereka menggelar olah Tempat Kejadian Pekara (TKP). Sejumlah orang yang dimungkinkan mengetahui peristiwa itu dibawa ke Mapolresta Yogyakarta. Warga berkerumun di lokasi.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
85%
Kontra
15%