Detik.com News
Detik.com

Senin, 01/04/2013 22:19 WIB

Sepekan Diserang Kelompok Bersenjata, LP Cebongan Dijaga 1 Pleton Brimob

Edzan Raharjo - detikNews
Sepekan Diserang Kelompok Bersenjata, LP Cebongan Dijaga 1 Pleton Brimob
Sleman, - Sepekan pasca peristiwa penyerangan LP Cebongan, Sleman oleh kelompok bersenjata, ternyata situasi dirasakan belum kondusif. Hal ini dirasakan petugas maupun penghuni lapas lain, terutama kondisi di malam hari.

Kabag TU dan Humas LP Cebongan, Aris Bimo mengatakan, LP Cebongan kembali mendapatkan penjagaan dari polisi. Penjagaan ini terutama dilakukan pada malam hari. Mereka berjaga didalam maupun diluar LP.

"Ada 1 pleton yang siaga setiap malam," kata Aris, di LP Cebongan, Sleman, Senin(01/04/2013).

Kepala Kanwil Kementrian Hukum dan HAM DIY, Rusdianto mengatakan, penjagaan dilakukan karena adanya permintaan dari Kalapas. Penjagaan ini untuk memberikan pengamanan baik kepada tahanan maupun petugas secara keseluruhan.

"Karena dirasa belum kondusif, Kalapas minta ke saya untuk pengamanan. Kemudian saya koordinasi ke Polda, minta pasukan pengamanan,"kata Rusdianto saat dihubungi lewat telpon.

Penjagaan akan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Namun yang pasti sampai situasi kembali kondusif.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ahy/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%