Senin, 01/04/2013 13:54 WIB

Kasus LP Sleman, Agum: Pimpinan TNI/Polri Harus Tegas

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri), Agum Gumelar mendukung dibentuknya tim investigasi kasus penyerangan Lapas Sleman oleh TNI AD. Hasil investigasi harus ditindaklanjuti.

"Investigasi sedang berjalan, jadi tunggu saja hasilnya dan jangan menyimpulkan yang belum dipublikasi," kata Agum usai bertemu kelompok DPD di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/4/2013).

Agum mengingatkan, pimpinan TNI harus bertindak tegas bila hasil investigasi menemukan keterlibatan anggotanya dalam penyerangan berdarah Sabtu, 23 Maret lalu.

"Kalaupun yang melakukan satu angkatan atau Polri tentunya pimpinan Polri dan TNI harus tegas," ujar mantan Danjen Kopassus ini.

Dia juga berharap hubungan TNI-Polri tidak renggang karena peristiwa benturan yang melibatkan keduanya. "Harus mengumandangkan soliditas TNI Polri sebagai jaminan keutuhan bangsa," katanya.

Sebelumnya KSAD TNI Jenderal Pramono Edhie Wibowo memastikan pihaknya membentuk tim investigasi penembakan 4 tahanan di Lapas Sleman. Tim dibentuk karena ada indikasi keterlibatan oknum TNI AD yang bertugas di Jateng.

Tim yang dibentuk hari Kamis, 28 Maret beranggotakan 9 orang dipimpin Wakil Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Angkatan Darat, Brigjen Unggul K Yudhoyono.

Dalam penyerangan, lebih dari 17 orang bersenjata masuk ke lapas. Mereka melukai sipir Lapas dan memaksa ditunjukkan sel 4 tahanan tersangka pengeroyokan Sertu Santoso di Hugo's Cafe. Keempat tahanan tewas ditembak kelompok bersenjata.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
31%
Kontra
69%