detikcom
Senin, 01/04/2013 12:26 WIB

SBY: Penyelidikan Kasus LP Cebongan Harus Transparan dan Akuntabel

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Presiden SBY terus mengikuti perkembangan kasus penyerangan bersenjata LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Hasil penyelidikan kasus yang menewaskan empat orang tahanan itu oleh tim bentukan TNI AD tersebut, harus diumumkan secara terbuka.

"TNI melalui KSAD sudah membentuk tim investigasi, saya dukung penuh. Bikin semua transparan, akuntabel dan menegakan profesionalisme para penegak hukum," kata Presiden SBY dalam pembukaan ratas kabinet terbatas bidang polkam di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (1/4/2013).

Presiden SBY mengaku sudah mendapat laporan dari Kapolri dan Menkopolhukam beberapa jam setelah peristiwan penyerangan LP Sleman. Saat itu juga Presiden SBY menginstruksikan untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan selalu mengikuti perkembangannya.

"Siapapun yang terlibat, terbukti bersalah, beri sanksi hukum untuk kepastian hukum di negeri ini dan untuk keadilan," paparnya.

Seperti diberitakan dua pekan lalu, sekelompok orang bersenjata api otomatis menyerbu LP Cebongan, Sleman. Mereka menembak mati empat orang tahanan tersangka kasus pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya seorang prajurit anggota Kopassus TNI AD.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mpr/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%