detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 11:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 01/04/2013 12:21 WIB

Ketum PPP: Syarat 30 Persen Kuota Perempuan Menyulitkan Parpol

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Aturan yang mengharuskan parpol memenuhi 30 persen caleg perempuan di semua tingkatan daerah pemilihan mendapat tanggapan beragam dari partai politik. Ketua umum PPP Suryadharma Ali menilai aturan itu menyulitkan partai politik.

"Semua aturan harus realitis, caleg perempuan nggak mudah. KPU buat aturan harus rasional," kata Suryadharma Ali di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/4/2013).

"Tak ada maksud sedikitpun menyalahi undang-undang dan mendiskriminasikan perempuan. Tapi realitasnya merekrut perempuan itu sulit sekali seperti di Papua, Maluku, Sulawesi, NTT, bahkan di Jabar dan di Jateng kami kesulitan merekrut perempuan," imbuhnya.

Ia mencontohkan, kalau 30 persen dari 560 caleg DPR RI, kira-kira 117 orang. Walaupun banyak caleg perempuan yang bagus dan berkualitas, tapi belum tentu politik jadi pilihan profesinya.

"Kalau KPU buat aturan yang menyulitkan, saya kira tidak berdasar pada realitas yang ada. Tanya saja ke semua partai, sulit nggak cari perempuan," ucapnya.

Ia mengusulkan agar aturan yang tertuang dalam PKPU nomor 7 tahun 2013 itu diubah dan tak perlu mensyaratkan 30 persen caleg perempuan yang dibarengi dengan sanksi.

"Saya kira sulit dan harus dicabut, saya setuju kalau itu dicabut. Sekarang ini bukan orientasi partai siapa 560 yang mendapat kursi, tapi otoritas rakyat," ungkapnya.

"Oleh karenanya yang akan kita ajukan kepada rakyat yang memiliki elektabilitas tinggi termasuk perempuan ini kita cari. Perempuan sangat sedikit yang mau jadi politisi, akhirnya kita menipu diri sendiri. Tapi kita ajukan perempuan supaya memenuhi saja," imbuh menteri agama itu.

Ia menuturkan pada pemilu 2009 PPP memang sudah memenuhi syarat 30 persen perempuan, tapi itu dianggap hanya untuk memenuhi saja.

"(Pemilu 2009) Cukup, tapi jadinya begitu ya asal comot dan asal memenuhi undang-Undang. Jadi membodohi sendiri," kata Surya.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(bal/rmd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%