Senin, 01/04/2013 11:01 WIB

6 Bentuk Rumah & Kantor dari Kontainer yang Unik

Nograhany Widhi K,Rivki - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 7 Next »
dok Environmental Graffiti & Mother Nature Network
Jakarta - Di Indonesia, rumah kontainer seperti produksi Adlul Mahbudi mungkin baru umum di daerah pertambangan. Tapi di luar negeri, kontainer didaur ulang lagi menjadi rumah, toko atau kantor. Seperti 6 rumah dan kantor yang berbentuk unik ini.

"Kalau kontainer atau peti kemas itu biasanya dipakai efektifnya 5 tahun, tapi banyak juga setelah 5 tahun mereka melakukan refurbish. Tapi yang pasti umur kontainer tidak akan lebih dari 10 tahun," Adlul Mahbudi, yang juga pemilik PT Mandiri Jaya Insani (perusahaan yang bergerak di bidang modifikasi kontainer), di Jalan Marunda Raya, Jakarta Utara, Kamis (28/3/2013).

Harga 1 kontainer bekas yang standar adalah Rp 20 juta, dan Dudi, panggilan akrab Adlul, bisa menjualnya Rp 45 juta - Rp 50 juta/unit setelah dipermak.

Berikut 5 bentuk rumah dan kantor kontainer yang unik seperti dilansir dari Environmental Graffiti dan Mother Nature Network yang dikutip detikcom, Senin (1/4/2013):



Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%