detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 06:12 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 01/04/2013 07:35 WIB

Rumah Kontainer Murmer Tanpa IMB, Cukup Rp 50 Juta Saja

Rivki - detikNews
Kontainer yang dimodifikasi (Rivki/detikcom)
Jakarta - Harga rumah yang mahal di kawasan Jakarta dan rencana naiknya pajak IMB oleh Pemrov DKI Jakarta membuat Adlul Mahbudi menciptakan terobosan baru. Kini, dengan dana tak sampai Rp 100 juta, masyarakat bisa menikmati bangunan rumah dengan konsep minimalis.

Adlul Mahbudi menawarkan bangunan rumah berbahan kaleng, ya sebuah kontainer atau peti kemas yang biasa kita lihat di daerah pelabuhan ataupun pabrik-pabrik disulap pria yang akrab disapa Dudi menjadi rumah tinggal.

Koceknya pun sangat ekonomis. Dia menawarkan rumah dari kontainer hanya dengan harga Rp 50 juta saja, tertarik?

"Sekarang kan harga rumah mahal-mahal, coba lihat rumah harga Rp 100 juta di Jakarta, susah pasti carinya," papar Dudi yang juga pemilik PT Mandiri Jaya Insani (perusahaan yang bergerak di bidang modifikasi kontainer), di Jalan Marunda Raya, Jakarta, Kamis (28/3/2013).

Dengan harga Rp 50 juta, Dudi menawarkan rumah tersebut sudah dilengkapi dengan toilet dan instalasi kabel listrik bahkan pendingin ruangan. Ukurannya pun lumayan lega, memiliki panjang 6 meter dan lebar 2 meter, kontainer ini siap menampung satu keluarga.

Selain murah, Dudi mengatakan kalau bangunan kontainer yang difungsikan menjadi sebuah rumah tidak perlu membayar IMB. Alasannya, bangunan kontainer yang dijadikan rumah merupakan bangunan yang tidak menetap atau yang dikenal dengan istilah portable camp.

"Jadi ini tidak perlu bayar IMB lagi, cukup bayar tanah saja. Terus kalau digusur kan bisa dipindahin," ucap Dudi berkelakar.

Meski dibanderol dengan harga Rp 50 juta Dudi juga siap menerima pesanan kontainer dengan desain dari konsumennya. Tentunya jika desain itu melebihi spesifikasi yang diberikan Dudi, akan ada kocek tambahan.

"Kalau dia punya pesanan sendiri ya pasti ada tambahan biayanya karena kan itu over budget," ujar Dudi.

Kontainer yang terbuat dari besi ini juga menghindarkan kebocoran saat hujan. Jadi, rumah dari kaleng bekas ini nampaknya akan menjadi hunian masa depan. Sudah bebas bocor, bebas IMB bahkan tak perlu takut digusur.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(rvk/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%