Minggu, 31/03/2013 16:52 WIB

Pamit Belajar Kelompok, Siswi SMK Ditemukan Tewas di Sumur Tua

Feri Fernandes - detikNews
Lhokseumawe - Saat mencari sapinya yang hilang, Usman, warga Desa Cot Seutuy, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menemukan sesosok mayat di sumur tua. Dari penelusuran, mayat tersebut merupakan siswi SMK.

Penemuan mayat ABG itu bermula saat Usman mencium bau menyengat dari sumur tua. Ia melongok ke sumur dan melihat sesosok mayat. Kejadian itu dilaporkan ke aparat setempat dan mayat langsung dievakuasi ke RSUD Cut Muetua, Minggu (31/3/2013).

Mayat perempuan itu diketahui Nurmala Dewi (17), siswi kelas dua SMK Negeri 3 Lhokseumawe. Ia merupakan warga Desa Blang Weu Baroh, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.

"Benar, itu anak saya yang hilang," kata ibu korban, Safrina kepada wartawan di kamar mayat RSUD Cut Muetia.

Safrina menjelaskan, Nurmala hilang sejak Kamis (21/3/2013) malam. Korban pergi seusai Magrib dengan sepeda motor menuju rumah kawannya di Gampong Muleing, Buloh Beureughang, Kuta Makmur, Aceh Utara.

"Nurmala pergi ke rumah temannya untuk belajar kelompok. Saat itu ia bawa laptop dan handphone," ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Kuta Makmur, Aipda Kukuh Adipurno menduga korban dirampok. Barang milik korban berupa sepeda motor Mio bernopol BL 4404 QP, laptop dan handphone, hilang.

"Diduga dirampok. Barang milik korban dirampas," katanya.

Tim identifikasi Polres sudah melakukan sidik jari tadi di TKP. Hasilnya belum bisa disampaikan karena masih harus didalami.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%