Detik.com News
Detik.com

Minggu, 31/03/2013 13:58 WIB

Palopo Sulsel Rusuh, Massa Bakar Gedung-gedung Perkantoran

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Jakarta - Kerusuhan melanda Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ratusan orang membakar kantor partai, kantor media hingga balaikota. Sebagian di antaranya ludes.

Data di Kantor Pemadam Kebakaran Kota Palopo, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WITA, Minggu (31/3/2013). Setidaknya 6 gedung perkantoran yang terbakar, yakni kantor Partai Golkar, KPUD, kantor kecamatan, balaikota, kantor koran Palopo Pos, dan Panwaslu.

"Awalnya dari kantor Golkar, bersebelahan dengan KPUD. Kantor KPUD ikut terbakar," kata petugas bagian operator kantor Pemadam Kebakaran Kota Palopo, Roy kepada detikcom.

Gedung lain yang terletak di beda jalan, juga dibakar. Tak diketahui motif pembakaran itu. "Pelakunya massa," kata Roy.

"Kondisi pastinya saya belum tahu, karena tim masih di lapangan," imbuhnya.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(try/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%