Minggu, 31/03/2013 13:58 WIB

Oknum Polisi Pemerkosa Tahanan di Mapolres Poso Harus Ditindak Tegas

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Anggota Komisi III DPR Ahmad Basarah meminta Kapolres Poso AKBP Sisnadi menindak tegas oknum polisi yang memperkosa tahanan perempuan. Kasus pemerkosaan di Mapolres Poso telah mencoreng institusi Polri.

"Mestinya pihak pimpinan Polri mulai dari level Kapolres Poso hingga Kapolri sensitif terhadap kasus-kasus abuse of power yang dilakukan oknum Polri seperti yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polres Poso," ujar Basarah saat dihubungi, Minggu (31/3/2013).

Kapolri kata dia harus segera turun tangan menyelidiki dugaan pemerkosaan ini. Sementara korban harus dilindungi keselamatan termasuk keluarganya dari kemungkinan akan adanya ancaman.

Bila ditemukan bukti yang cukup atas kasus pemerkosaan tahanan, maka oknum polisi tersebut harus ditindak tegas. "Segera lakukan pemecatan terhadap oknum anggota Polri tersebut dan berikan sanksi hukum yang berat," sambungnya.

Kapolri juga bisa memberikan sanksi berupa pencopotan Kapolres Poso karena lalai dalam mengawasi anak buahnya. "Kapolres juga gagal melindungi keselamatan tahanan yang berada dalam kekuasaannya," imbuh Wakil Sekjen PDIP ini.

Dari laporan yang diterima Komnas HAM seorang perempuan berusia 24 tahun yang tersangkut kasus narkoba, diduga diperkosa oknum polisi berinisial A saat ditahan di Mapolres Poso.

Kepada Komnas HAM korban menyebut ada 2 aparat lainnya yang berupaya memperkosa dirinya. Anggota Komnas HAM Siane Indriani menyebut korban diperkosa dengan ancaman pelaku.

Kapolres Poso AKBP Sisnadi membenarkan temuan Komnas HAM. Namun dia menegaskan, bripka A sudah ditahan dan diproses hukum. Kasus pelanggaran kode etiknya pun sedang dalam proses. Tak ada pelaku lain dalam kasus ini.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fdn/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%