detikcom
Minggu, 31/03/2013 10:57 WIB

Sudah Kinclong, Sel Tempat 'Eksekusi' 4 Tahanan LP Sleman Kembali Dihuni

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
LP Cebongan Sleman (dok detikcom)
Jakarta - Kondisi LP Cebongan Sleman kian membaik. Blok yang dijadikan tempat 'eksekusi' 4 tahanan oleh pasukan bersenjata yang hingga kini belum diketahui identitasnya, sudah ditempati.

Kepala LP II Kelas 2B Cebongan Sleman, Sukamto Harto menyatakan, blok itu ditempati sejak Kamis (28/3) lalu. Sebelum ditempati, kamar dan area blok dibersihkan, dicat ulang dan dipasangi karpet dan kasur baru. Sisa penyerbuan nyaris tak terlihat.

Ada 25 tahanan yang menempati blok itu. "Semuanya orang baru. Penghuni sebelumnya, yang mengetahui kejadian itu, kami tempatkan di kamar lain," jelas Sukamto ketika dikonfirmasi detikcom, Minggu (31/3/2013).

Penyerbuan terhadap LP terjadi Sabtu (23/3/2013) lalu. Empat tahanan yang menjadi tersangka pembunuhan anggota Kopassus Sertu Heru Santoso, tewas ditembak. Sejauh ini, polisi belum bisa memastikan siapa penyerbu LP dan motifnya.

Mabes TNI AD membentuk tim investigasi karena menurut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, ada indikasi oknum TNI terlibat. "Tim terdiri dari POM (Polisi Militer), Kodam, Korem. Itu integrasi yang kita lakukan," kata Pramono Edhie dalam jumpa pers di Markas TNI AD, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2013).

Tim dipimpin oleh Wakil Komandan Pusat POM, Brigjen TNI (CPM) Unggul K Yudhoyono. Hasil temuan tim nantinya akan dikoordinasikan dengan temuan tim dari Polri.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%