Sabtu, 30/03/2013 11:14 WIB

Tulisan Insiden LP Sleman di Facebook Beredar, Ini Tanggapan Polri

Fajar Pratama - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Tulisan insiden penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta tiba-tiba muncul di facebook. Tulisan itu pun kemudian menyebar melalui media sosial, BlackBerry Messenger (BBM), juga mailing list (milis). Isinya menyudutkan kepolisian dan Komnas HAM.

Polri sudah tegas membantah isi tulisan yang beredar itu. "Info itu tidak bisa dipertanggungjawabkan," tegas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Aliyus saat dikonfirmasi, Sabtu (30/3/2013).

Suhardi mewanti-wanti masyarakat agar jangan sampai terpancing dengan pengalihan isu. Kalau orang itu benar mempunyai informasi itu, tentu akan melaporkan secara resmi. "Dan kita pasti akan dalami," terang Suhardi.

Suhardi berharap publik tak terpancing dengan isu seperti di facebook yang menyebar itu. "Sebaiknya kita fokus pada kasus pokoknya penyerangan Lapas yang mengakibatkan 4 korban meninggal dunia," terang Suhardi.

Memang seperti apa tulisan di Facebook itu? Tulisan itu ramai diperbincangkan sejak Jumat (29/3). Judulnya 'PELAKU PENYERANGAN LP SLEMAN ADALAH APARAT KEPOLISIAN', sang penulis Idjon Djanbi.

Tidak diketahui siapa penulis itu. Idjon baru aktif membuka akun itu sejak 29 Maret 2013. Tulisan itu memang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Selain sang penulis tak jelas, isinya juga menyudutkan sejumlah lembaga dan pihak terkait.

Idjon dalam tulisan kronologi versi dia, menguraikan sosok 4 tersangka Yohanis Juan Manbait alias Juan, Benyamin Sahetapy alias Decky, Adrianus Chandra Galaja alias Dedy, dan Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, yang ditembak mati kelompok bersenjata di LP Sleman. Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ndr/aan)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%