Jumat, 29/03/2013 22:16 WIB

TNI Harus Terbuka Usut Penyerangan Lapas Sleman

Mulya Nurbilkis - detikNews
Penjagaan di Lapas Sleman
Jakarta - Ketua MPR Taufiq Kiemas berharap TNI terbuka dalam pengusutan peristiwa penyerangan Lapas Kelas IIB Sleman. Tim investigasi yang dibentuk harus berhasil mengungkap pelaku di balik penyerangan dan pembunuhan 4 tahanan.

"Saya rasa TNI harus membuka. Saya rasa sudah baik sekali dengan ada tim independen itu. Saya rasa TNI tahu cara menyelesaikan masalah itu," kata Taufiq di Jakarta, Jumat (29/3/2013).

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mendukung didukungnya pembentukan tim investigasi oleh TNI AD. Penegakan hukum, kata dia harus tegas.

Dia yakin tim investigasi TNI ataupun penyelidikan Polri dapat mengungkap pelaku dan motif pembunuhan terhadap 4 tersangka pengeroyokan Sertu Santoso di Hugo's Cafe.

"Semua Kejahatan kan ada jejaknya. Yang lebih berat kan bisa diketahui polisi, kita doronglah," imbuh JK.

Pendapat serupa dikemukakan politisi senior Partai Golkar, Akbar Tandjung. Menurut dia, investigasi yang dilakukan TNI penting agar masyarakat dapat mengetahui kebenaran peristiwa berdarah pada Sabtu 23 Maret lalu tersebut.

"Bagaimana mungkin orang bersenjata lengkap, menyerbu penjara kemudian membunuh empat orang, masa tidak dapat diketahui," ujarnya.

TNI AD membentuk tim investigasi terkait penembakan 4 tahanan di Lapas Kelas IIB Sleman. "Karena hasil sementara ada indikasi keterlibatan oknum-oknum TNI AD yang bertugas di Jateng," ujar KSAD TNI Jenderal Pramono Edhie Wibowo.

Tim yang dibentuk kemarin (28/3) beranggotakan 9 orang dipimpim Wakil Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Angkatan Darat, Brigjen Unggul K Yudhoyono.

"Sekarang sudah bekerja. Insya Allah semua bisa berjalan cepat, sempurna," ujar Pramono.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(fdn/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%