detikcom

Jumat, 29/03/2013 14:30 WIB

Hari ke-165 Jokowi

Jokowi Belanja Dompet & Pompa Ban di Masjid Sunda Kelapa

Rini Friastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jokowi saat makan di warteg Sunda Kelapa (Ray Jordan-detikcom)
Jakarta - Jokowi melakukan ibadah salat jumat di Masjid Sunda Kelapa, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Usai salat, Gubernur DKI Jakarta itupun menyempatkan berbelanja dompet dan pompa ban.

Jokowi langsung diberondong tawaran rupa-rupa barang oleh beberapa pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya di sekitar masjid. Ia pun mendatangi pedagang yang menjual rupa-rupa dompet. Tertarik membeli dompet berwarna cokelat, Jokowi mengeluarkan uang Rp 100 ribu. Dua buah dompet berwarna cokelat pun berpindah tangan kepadanya.

Tak puas hanya membeli dompet, Jokowi pun tergoda untuk membeli sebuah pompa ban. "Pak beli Pak, pompanya," ujar si pedagang kepada Jokowi menawarkan dagangannya.

"Berapa harganya?" jawab Jokowi yang mengenakan kemeja berwarna putih lengan panjang itu.

"Sekitar Rp 70 sampai Rp 80 ribu, Pak," jawab si pedagang. Namun akhirnya si pedagang menurunkan harganya menjadi hanya Rp 50 ribu untuk sebuah pompa ban.

Jokowi kembali keluar uang untuk membayar pompa tersebut. Saat Jokowi berbelanja di seputaran masjid, tak lepas dari kerumunan orang-orang. Baik itu hanya untuk sekedar melihat maupun foto-foto.

Sembari berjalan menuju mobilnya, ada pedagang kursi lipat kepada mantan walikota Solo itu. Namun Jokowi merasa belum memerlukan benda tersebut. Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rna/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
57%
Kontra
43%