Detik.com News
Detik.com

Kamis, 28/03/2013 18:31 WIB

Ini Dia Faisal, Bandar Narkoba Bermobil Porsche yang Dicokok BNN

Andri Haryanto - detikNews
Ini Dia Faisal, Bandar Narkoba Bermobil Porsche yang Dicokok BNN dok.BNN
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap bandar narkoba sindikat Aceh bernama Faisal (35). Ini dia identitas lengkapnya.

Berdasarkan data BNN, Kamis (28/3/2013), Faisal diketahui lahir di Bada Barat, Aceh, pada 04 Januari 1978. Dia awalnya berprofesi sebagai pedagang. Di kartu identitasnya, dia beralamat di Jl Mutiara, Lhoksumawe, Aceh.

Menurut BNN, Faisal diduga adalah bandar narkoba yang beroperasi sejak 2004. Dari bisnis itu, dia memiliki sejumlah aset di Malaysia, Aceh dan Jakarta.

Beberapa barang bukti yang berhasil BNN adalah beberapa unit ponsel, ATM dan buku rekening, 1 unit mobil Porche Panamera 3.6L AT tahun 2012 nopol B 99 FAI, 1 unit mobil BMW 640i putih tahun 2012, nopol B 99 FAL, 1 unit mobil Honda City hitam, uang Rp.35.027.000, dan uang RM 156.

Penyidikan pun berkembang dan mendapatkan aset lainnya yang diakui F didapatnya dari hasil penjualan narkotika, 1unit SPBU di Bireuen, 4 unit ruko di Bireuen, beberapa bidang tanah, 1 unit hotel di Bireuen, 22 sertifikat hak milik atas nama tersangka, dan berupa uang yang tersimpan di beberapa bank kurang lebih Rp10 Miliar.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ahy/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%