Detik.com News
Detik.com
Kamis, 28/03/2013 06:40 WIB

Kisah Mak Tun, Wanita Sebatang Kara Pelindung Anjing di Kolong Jembatan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kisah Mak Tun, Wanita Sebatang Kara Pelindung Anjing di Kolong Jembatan Mak Tun (Foto: Angling/detikcom)
Jakarta - Namanya Sri Susanti (55). Usianya sudah cukup renta dan tinggal di kolong jembatan. Hidupnya pun sebatang kara. Namun dia tak pernah merasa miskin. Ada belasan anjing yang selalu menjaganya.

Mak Tun, begitu Sri biasa disapa. Sejak kecil, dia sudah tinggal di Semarang, Jawa Tengah. Mak Tun sempat memiliki usaha warung saat orang tuanya wafat, namun kini hilang akibat tergusur pembangunan kanal kota. Sahabat Mak Tun hanya anjing-anjingnya.

Kisah Mak Tun dan anjing berawal dari tahun 2010. Kala itu, dia kesepian karena tak punya saudara kandung atau kerabat. Lalu dia merawat dua anjing sebagai teman. Satu diberi nama Edo (jantan) dan Belang (betina). Semakin lama, anjingnya beranak pinak hingga total berjumlah 20 anjing. Tapi, tak semua bisa bertahan hidup. Hanya tersisa 14 anjing.

"Setengah bulan yang lalu, 5 anak anjing baru terlahir. Satu ekor meninggal dengan tragis, tercebur ke sungai dan tenggelam saat Mak Tun pergi memasak nasi di bawah jembatan lain dan tidak bisa mengawasi bayi-bayi anjing tersebut," cerita aktivis pecinta hewan yang menolong Mak Tun, Rachma, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (27/3/2013).

Sejak warungnya dirobohkan pada 2010 lalu, Mak Tun jadi tak memiliki penghasilan. Uang yang diperoleh dari memulung tak bisa untuk biaya makan anjing-anjingnya. Karena itu, dia perlu bantuan segera.

"Akhirnya beliau tinggal di kolong jembatan besar dengan ke-14 anjingnya," terang Rachma.

Namun di kolong jembatan besar itu, Mak Tun mendapat penolakan dari warga lain. Anjing-anjingnya dianggap mengganggu. Banyak warga memintanya untuk menjual anjing tersebut, namun Mak Tun menolak. Baginya, anjing-anjing itu adalah sahabat.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Cegah Prostitusi, Pengelola Apartemen di Jakarta Harus Laporkan Penghuninya

Polisi membongkar praktik prostitusi di apartemen yang berawal dari pemesanan melalui forum di internet. Untuk mengantisipasi hal itu, Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat meminta para pengelola apartemen harus memberikan data-data penghuninya. Bila Anda setuju dengan Wagub Djarot, pilih Pro!
Pro
89%
Kontra
11%