Detik.com News
Detik.com
Rabu, 27/03/2013 17:08 WIB

Pengibaran Bendera GAM Marak Usai Penetapan Qanun Bendera & Lambang Aceh

Feri Fernandes - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pengibaran Bendera GAM Marak Usai Penetapan Qanun Bendera & Lambang Aceh Foto: Feri Fernandes/detikcom
Lhokseumawe - Setelah Qanun Bendera dan Lambang Aceh disahkan, warga di sejumlah daerah di Aceh hanyut dalam euforia. Mereka berkonvoi sambil mengibarkan bendera GAM itu di berbagai ruas jalan.

Tiga hari terakhir, pengibaran bendera Aceh makin semarak. Pengibaran bendera terjadi kali pertama di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Kemudian disusul daerah lainnya, seperti Kabupaten Aceh Timur, Bireuen, Aceh Timur, Langsa, Pidie, dan Pidie Jaya.

Setelah mengibarkan bendera GAM tersebut, sebagian warga juga berkonvoi dengan menggunakan puluhan sepeda motor dan mobil. Mereka membawa bendera berukuran besar.

Bendera sempat diamankan petugas kepolisian setempat. Namun hingga kini, bendera berwarna merah dan bergambar bintang bulan itu masih ditemukan berkibar di sejumlah daerah.

Sebelumnya, Kepala Biro Hukum Setda Aceh Edrian mengatakan penggunaan bendera tersebut mulai dilakukan sejak 25 Maret 2013. Pengesahan penggunaan bendera dilakukan langsung oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah.

Menurut Edrian, sesuai MoU Between The Government Of The Republic Of Indonesia And The Free Aceh Movement (MoU Helsinki) dalam artikel 1.1. Undang-undang tentang Penyelenggaraan Pemerintahan di Aceh dan 1.1.5. Aceh memiliki hak untuk menggunakan simbol-simbol wilayah termasuk bendera, lambang dan hymne. Selanjutnya sesuai dengan UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang merupakan turunan dari MoU Helsinki, dalam Pasal 246 yaitu :

1. Bendera Merah Putih adalah bendera nasional dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(try/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%