detikcom
Rabu, 27/03/2013 16:02 WIB

Sertu Santoso di Mata Keluarga: Dia Selalu Berbagi dengan Orang Lain

Taufik Wijaya - detikNews
Palembang - Duka mendalam masih dirasakan keluarga Sertu Santoso yang tewas dianiaya di Hugos Cafe, Yogyakarta. Mereka masih tak percaya, pria harapan keluarga itu pergi meninggalkan istri Indria yang tengah hamil 8 bulan dan juga adik-adiknya.

"Dia orangnya baik. Selalu meminta istrinya untuk tidak pelit, selalu berbagi dengan orang lain," jelas mertua Santoso, Hj. Jamilah ibunda Indria yang ditemui detikcom di rumahnya di Musi Banyuasin, Sumsel, Rabu (27/3/2013).

Sertu Santoso dikeroyok dan dibunuh kelompok Dekis Cs beberapa waktu lalu. Luka tusukan ada di beberapa bagian tubuh Santoso.

Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Santoso. Mereka hanya bisa pasrah dengan peristiwa yang terjadi. Santoso sempat berpesan agar menyisipkan namanya ke nama anaknya. Sang istri bekerja sebagai PNS di Palembang.

"Sampai saat ini, saya dan keluarga masih trauma dengan peristiwa itu," tutur Jamilah.

Keluarga tak mau berkomentar soal insiden penyerangan LP Sleman. Keluarga hanya menegaskan sosok Santoso yang benar-benar menjadi tumpuan dan harapan keluarga.

"Dia selalu membantu adik-adiknya. Dia juga ramah dengan orang lain. Rasanya tidak ada orang yang tidak suka dengan almarhum," ujarnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%