Rabu, 27/03/2013 10:06 WIB

Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Dipanggil KPK

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Wakil Ketua Komisi III Tjatur Sapto Edy hari ini mendatangi kantor KPK. Ketua Fraksi PAN ini akan diperiksa terkait kasus yang tengah diusut lembaga antikorupsi itu.

Tjatur datang ke kantor KPK pukul 09.50 WIB. Mengenakan kemeja batik warna cokelat, Tjatur hanya berkomentar diplomatis mengenai pemeriksaan yang akan dijalaninya.

"Mengko, mengko ya (nanti-nanti ya)," ujar Tjatur yang tampak terburu-buru, Rabu (26/3/2013).

Pihak KPK belum memberi konfirmasi mengenai pemeriksaan Tjatur. Namanya tak ada dalam daftar pemeriksaan saksi di tingkat penyidikan.

Ada kabar yang menyebutkan Tjatur diperiksa untuk kasus di tingkat penyelidikan. Di level penyelidikan, KPK mengusut kasus dugaan korupsi pembangunan sekolah pelayaran di Sorong, Papua Barat.

Terkait penyelidikan kasus sekolah pelayaran tersebut, KPK pernah memeriksa Politikus PAN Yasti Mokoagow.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%