Detik.com News
Detik.com
Rabu, 27/03/2013 08:51 WIB

Kemendagri Akan Evaluasi Qanun Soal Bendera GAM Jadi Bendera Aceh

Mega Putra Ratya - detikNews
Halaman 1 dari 3
Kemendagri Akan Evaluasi Qanun Soal Bendera GAM Jadi Bendera Aceh sumber: wikipedia.org
Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah mendengar mengenai disahkannya Perda (Qanun) Nomor 3 tahun 2013 tentang bendera dan lambang Aceh. Kemendagri akan melakukan evaluasi dan klarifikasi terhadap Qanun yang dinilai pro dan kontra tersebut.

"Kita akan evaluasi dan klarifikasi. Dia bisa mengarah kesitu (kemiripan bendera GAM). Kita sudah komunikasikan dan kita minta (salinan Qanun)," ujar Jubir Kemendagri Reydonizar Moenoek, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (27/3/2013).

Pria yang akrab disapa Doni ini mengatakan setiap perda yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah tidak boleh bertentangan dengan aturan diatasnya. Perda tidak boleh bertentangan dengan Undang-undang atau Peraturan Pemerintah (PP).

Kemendagri akan mengecek apakah Qanun tersebut bertentangan dengan UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, UU Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, dan Peraturan Pemerintah Nomor 77/2007 tentang lambang daerah.

"(evaluasi) lebih khusus lagi apakah bertentangan dengan PP 77 tahun 2007 tentang lambang dearah. Disana, pasal 4, 5, 6, bahwa lambang daerah tidak boleh bertentangan. Tidak menyerupai misalnya di Papua melambangkan burung Mambruk yang merupakan lambang dari gerakan separatis (OPM), ada juga juga di Maluku Selatan (RMS), juga dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Tidak boleh meyerupai dan mengispirasikan. Dengan dasar itu kalau kita klarifikasi bisa kita koreksi," jelasnya.

Setelah Qanun dievaluasi, Kemendagri akan memberi catatan kepada Pemprov Aceh. Selanjutnya Pemprov Aceh harus memperbaiki Qanun tersebut sesuai dengan evaluasi dari Kemendagri.

"Jika tidak diindahkan presiden punya kewenangan untuk mencabutnya," tegasnya. Next

Halaman 1 2 3

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mpr/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%