Detik.com News
Detik.com
Selasa, 26/03/2013 17:27 WIB

Djoko Sarwoko, Usai Gantung Toga Hakim Agung Kini Pakai Toga Advokat

Rini Friastuti - detikNews
Djoko Sarwoko, Usai Gantung Toga Hakim Agung Kini Pakai Toga Advokat Djoko Sarwoko (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Djoko Sarwoko melepas jubah hakim agungnya seiring memasuki usia 70 tahun. Namun, hakim dengan posisi tertinggi sebagai Ketua Muda Mahkamah Agung (MA) bidang Pidana Khusus itu tidak 100 persen meninggalkan dunia peradilan. Djoko kini memilih memakai toga advokat.

"Saya kan sudah pensiun, lalu saya jadi penasihat hukum juga di PT KAI dan Chevron," jelas Djoko kepada wartawan di Gedung KY, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2013).

Meski saat ini berprofesi sebagai advokat, Djoko mengaku masih tetap tegas dalam upaya menumpas para hakim yang bertindak nakal. Seperti ketika melaporkan seorang hakim Pengadilan Negeri Jakarat Selatan (PN Jaksel) yang akhirnya dimutasikan ke Ambon.

"Tapi kalau ada hakim yang melakukan perbuatan yang keliru, saya juga tetap akan laporkan, seperti hakim di PN Jaksel itu. Sekarang dia sudah dimutasikan ke Ambon," jelas mantan ketua muda MA bidang Pengawasan ini.

Djoko Sarwoko pensiun sebagai pada 1 Januari 2013 lalu. Pria kelahiran 21 Desember 1943 ini mempercayai hal mistis. Dia merintis karier sebagai hakim dari nol dan telah bertugas di berbagai daerah. Saat pensiun, dia melounching buku biografi Toga 3 Warna.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/asp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%