detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 22:00 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 26/03/2013 17:27 WIB

Djoko Sarwoko, Usai Gantung Toga Hakim Agung Kini Pakai Toga Advokat

Rini Friastuti - detikNews
Djoko Sarwoko (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Djoko Sarwoko melepas jubah hakim agungnya seiring memasuki usia 70 tahun. Namun, hakim dengan posisi tertinggi sebagai Ketua Muda Mahkamah Agung (MA) bidang Pidana Khusus itu tidak 100 persen meninggalkan dunia peradilan. Djoko kini memilih memakai toga advokat.

"Saya kan sudah pensiun, lalu saya jadi penasihat hukum juga di PT KAI dan Chevron," jelas Djoko kepada wartawan di Gedung KY, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2013).

Meski saat ini berprofesi sebagai advokat, Djoko mengaku masih tetap tegas dalam upaya menumpas para hakim yang bertindak nakal. Seperti ketika melaporkan seorang hakim Pengadilan Negeri Jakarat Selatan (PN Jaksel) yang akhirnya dimutasikan ke Ambon.

"Tapi kalau ada hakim yang melakukan perbuatan yang keliru, saya juga tetap akan laporkan, seperti hakim di PN Jaksel itu. Sekarang dia sudah dimutasikan ke Ambon," jelas mantan ketua muda MA bidang Pengawasan ini.

Djoko Sarwoko pensiun sebagai pada 1 Januari 2013 lalu. Pria kelahiran 21 Desember 1943 ini mempercayai hal mistis. Dia merintis karier sebagai hakim dari nol dan telah bertugas di berbagai daerah. Saat pensiun, dia melounching buku biografi Toga 3 Warna.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(asp/asp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%