Detik.com News
Detik.com
Selasa, 26/03/2013 15:13 WIB

Hari ke-162 Jokowi

Rencana Hibah 1.000 Bus Menggantung, Pemprov DKI Pilih Beli PPD

Prins David Saut - detikNews
Rencana Hibah 1.000 Bus Menggantung, Pemprov DKI Pilih Beli PPD dok detikcom
Jakarta - Apa kabar rencana peremajaan bus-bus tua di Jakarta dengan sistem hibah 1.000 bus? Ternyata, Pemprov DKI membatalkan sistem hibah itu dan memilih menghibahkan ke Perum Peroesahaan Pengangkoetan Djakarta (PPD).

"Kita masukkan dalam PPD, kita mau beli. Jadi Kopaja jalan Sendiri, PPD jalan sendiri. Terakhir sudah setuju kita beli PPD. Tinggal tunggu Menteri (Menteri BUMN dan Menteri Keuangan, red)," kata Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) ketika ditanya rencana peremajaan bus angkutan kota dengan hibah 1.000 unit bus.

Hal itu disampaikan Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2013).

Nah bagaimana dengan rencana hibah kepada Kopaja?

"Kita nggak mau hibah. Dia untung lho, jual Rp 5 ribu penumpangnya bisa naik TransJ gratis," jawab Ahok.

Sebelumnya, keinginan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk mendapatkan hibah PPD dari pemerintah pusat masih menunggu keputusan dari Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Sedangkan Menteri BUMN Dahlan Iskan, sudah menyetujui niat Jokowi itu.

"Yang menetapkan nanti toh adalah Menteri Keuangan dan belum dibalas. Bukan kita tetapi karena itu aset negara jadi Menteri Keuangan," tegas Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN A. Pandu Djajanto di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Perum PPD awalnya merupakan milik Pemda DKI, namun sejak awal 1970-an dikelola oleh pemerintah pusat berikut pengalihan seluruh aset PPD. Aset yang dimiliki Perum PPD antara lain Depo Ciputat seluas 67.875 meter persegi dengan daya tampung bus 400 bus, Depo Pulogadung 7.344 m2 (80 bus), Depo Klender 17.860 meter (120 bus).

Selanjutnya, Depo Jelambar 12.335 meter (90 bus), Depo Cakung 12.000 meter (80 bus), Depo Depok 7.135 meter (60 bus), Depo Tangerang 3.371 (40 bus), dan Depo Cawang 8.251 meter.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%