Selasa, 26/03/2013 12:52 WIB

Dicurigai Curi Motor, Residivis Tewas Digebuki Warga di Jl Surabaya

Rivki - detikNews
Jakarta - Hariyadi, seorang residivis, tewas dihajar massa di Jl Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat. Hariyadi bersama rekannya Rifai dicurigai warga hendak mencuri motor di kawasan tersebut.

"Kedua orang ini residivis dan baru keluar dari penjara 4 bulan lalu," kata AKBP Rahmad, Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, saat dihubungi detikcom, Selasa (26/3/2013).

Peristiwa ini terjadi pada pukul 01.00 WIB. Saat itu Hariyadi dan Rifai berputar-putar menggunakan motor di kawasan Jl Surabaya. Mereka kemudian turun dari motor dan mendekati sebuah motor yang terparkir di kawasan itu.

Seorang warga memergokinya dan meneriaki mereka maling. Mereka kemudian kabur dan warga mengejarnya. Saat kabur, motor yang dikendarai residivis ini menabrak trotoar di depan toko-toko barang antik yang terdapat di sepanjang Jl Surabaya.

Dua residivis itu terjatuh dari motor kemudian warga mengeroyoknya. Akibatnya Hariyadi tewas akibat amukan warga, sedangkan Rifai menderita luka parah di bagian mulutnya.

"Jenazahnya kemudian kita bawa ke RSCM," katanya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%