detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 18:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 26/03/2013 06:12 WIB

Kucing Merah & Hewan Langka Lain Ada di Taman Nasional Kutai

Robert - detikNews
Halaman 1 dari 2
istimewa
Samarinda, - Penelitian asing dr Susan Cheyne dan Wiwit Juwita asal Belanda, menemukan sedikitnya 3 spesies hewan dan binatang langka di hutan Taman Nasional Kutai (TNK), Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Temuan itu menjawab keraguan pemerintah bahwa TNK masih menyimpan kekayaan fauna langka bahkan sangat langka sekalipun.

Kedua peneliti bekerja berdasarkan kerjasama Orangutan Tropical Peatland Project (OuTrop) Amerika Serikat dan Wildlife Conservation Research Unit (WILDCRU) bekerjasama dengan Balai TNK. Mereka berada di hutan TNK sejak Desember 2012 lalu.

Hewan langka yang berhasil ditemukan itu adalah Macan Dahan (Neofelis Diardi), Kucing Merah (Pardofelis Badia), Beruang Madu (Helarctos Malayanus), Rusa Sambar (Cervus Unicolor), Banteng (Bos Javanicus), Trenggiling (Manis Javanica), Beruk (Macaca Nemestrina) hingga Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmeus Morio).

"Tujuan penelitian ini untuk meneliti kepadatan kucingan-kucingan di Kalimantan, khususnya macan dahan sekaligus meneliti pengaruh manusia terhadap kehadiran dan kepadatan kucing-kucingan, khususnya macan dahan," kata Wiwit saat mempresentasikan hasil penelitiannya di kantor Balai TNK, Jl Awang Long, kota Bontang, Kaltim, Senin (25/3/2013).

Menurut Wiwit, metode penelitian menggunakan 160 unit kamera trap yang dipasang di 80 stasiun kamera trap, dengan luas wilayah yang terkover 80-100 kilometer persegi.

"Namun masalah di TNK hanya 52 stasiun kamera trap karena banyak yang rusak dan juga ada yang dicuri. Tinggal 49 stasiun kamera dan kami akhirnya harus menambah jarak antara kamera trap menjadi 1,5 km," ujar Wiwit.

"Selain menemukan kucing-kucingan yang menjadi tujuan penelitian kami, kamera trap juga menangkap gambar satwa langka lainnya di TNK, bahkan sangat langka. Untuk Orangutan, ada 48 foto orangutan dari 22 lokasi," tambah Wiwit.Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fjp/spt)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%