detikcom
Selasa, 26/03/2013 04:32 WIB

Angkot Masuk Jurang di Tasikmalaya, 4 Tewas & 14 Luka Berat

Adi Kristiadi - detikNews
Tasikmalaya, - Angkutan Umum jenis Isuzu Elf jurusan Tasikmalaya, Taraju dan Singaparna masuk jurang sedalam 10 meter di jalan Puspahing, Kampung Warung Peuteuy, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 4 orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan 14 orang lainnya mengalami luka berat.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, kejadian itu terjadi pada Senin (25/3/3013) pukul 17.30 WIB di saat kendaraan tersebut melaju dari arah Taraju menuju Singaparna. Namun di perjalan, hujan lebat mengguyur Tasikmalaya dan mengakibatkan kendaraan tersebut tidak bisa mengendalikan.

Kasat Lantas Kabupaten Tasikmalaya, AKP Iwan Setiawan saat dihubungi detik.com, mengatakan kendaraan tersebut tidak bisa mengendalikan di saat jalan licin disertai hujan lebat. Hingga mengakibatkan angkutan yang bermuatan 18 orang itu, menabrak tebing dan masuk ke dalam jurang sedalam 10 meter hingga mesuk ke sawah berada di atas jalan.

Kejadian itu membuat 4 orang meninggal di tempat kejadian dan 14 orang lainnya luka berat. Seluruh korban semuanya berada di Rumah Sakit Kabupaten Tasikmalaya.

“Untuk saat ini para korban masih diidentifikasi, “ kata Iwan.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjp/spt)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%