Selasa, 26/03/2013 02:26 WIB

Oknum Polisi Dikeroyok Warga karena Ketahuan Selingkuh

Adan Bakar - detikNews
Lampung - Seorang anggota polisi jadi bulan-bulanan warga di Lampung. Sang polisi sebelumnya kedapatan tengah berselingkuh dengan istri orang.

Anggota Polisi Posek Wawaykarya, Kabupaten Lampung Timur, berinisial ANL (31), digerebek warga saat menginap di rumah pasangan selingkuhnya, di Desa Karanganom, Kecamatan Wawaykarya, Minggu (24/3/2013) kemarin.

Humas Polres Lampung Timur AKP Suwandar membenarkan adanya anggota polisi Polsek Wawaykarya yang diamankan warga karena ketahuan selingkuh. “Dia diamankan warga sekitar. Warga meminta untuk menandatangani surat perjanjian supaya tidak mengulangi perbuatan serupa,” kata Suwandar kepada detikcom, Senin (25/3/2013) malam.

Oknum polisi berpangkat briptu tersebut berselingkuh dengan ibu tiga anak, Rus (40). Perselingkuhan tersebut sudah diketahui warga dengan melihat kedatangan ANL ke rumah Rus. Padahal, suami Rus sedang tidak ada di rumah.

Menurut Suwandar, warga memang sudah sering melihat ANL datang ke rumah Rus. Hal inilah yang membuat mereka curiga dan langsung melakukan penggerbekan.

“Warga sempat menanyakan alasan ANL menginap di rumah Rus padahal tidak memiliki hubungan keluarga. ANL mengaku hanya menumpang tidur. Warga pun langsung emosi mendengar jawaban ANL, dan langsung memukulinya,” ujar Suwandar.

ANL dan Rus langsung dibawa ke balai desa untuk diminta keterangan oleh para tokoh dan petugas keamanan kampung. Keduanya pun menandatangani surat perjanjian yang bersedia untuk tidak mengulangi perbuatan selingkuh. Pasangan ini pun bersedia jika memang harus dituntut secara hukum.

Rusmiati dipulangkan kepada keluaragannya. Sedangkan ANL diserahkan ke Polsek Wawaykarya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/spt)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%