detikcom
Senin, 25/03/2013 15:12 WIB

Tunggangan Mewah Pengedar Narkoba: Porsche Hingga Mercy SLK

Rachmadin Ismail - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 3 dari 4 Next »
Fortuner dan CRV Milik Bandar Sabu

Aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap Andi Juanda di Mal Home Sentra Medan pertengahan Februari lalu atas kepemilikan 7 kg sabu. Modus pelaku adalah dengan menyembunyikan sabu di dua mobilnya.

Penangkapan Andi ini berawal dari kecurigaan masyarakat terhadap tersangka yang merupakan pedagang kecil kelontong. Meski dengan berdagang kelontong, ternyata gaya hidup tersangka cukup mewah, memiliki 2 unit mobil yang tak murah dan sebuah kapal pengangkut barang. Seluruh barang tersebut, kata Benny, adalah milik Andi.

Andi ditangkap 17 Februari 2013 di depan sebuah mal di medan. Aparat menemukan sabu yang dikemas di 8 plastik seberat 5.204,92 gram dan disembunyikan di bawah jok Fortuner.

Petugas lantas mengembangkan kasus tersebut dengan menggeledah kontrakannya di Komplek Taman Setia Budi Blok VV No 14, Medan. Petugas tidak menemukan sabu di dalam kediaman tersangka, kristal haram itu ditemukan di dalam sebuah mobil CRV seberat 2.023,62 gram.

BNN menyebut Andi adalah big bos narkoba di Medan. Dalam menjalankan peredaran sabu, dia tidak sendiri, namun bekerjasama dengan kelompok Aceh yang kemudian merekrut kurir untuk menjalankan bisnisnya. Medan sendiri, ujar Benny, dianggap sebagai pasar potensial narkoba.




Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%