Detik.com News
Detik.com
Senin, 25/03/2013 15:12 WIB

Tunggangan Mewah Pengedar Narkoba: Porsche Hingga Mercy SLK

Rachmadin Ismail - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 2 dari 4 Next »
 Tunggangan Mewah Pengedar Narkoba: Porsche Hingga Mercy SLK - 2
Mercy SLK Class dan Vellfire di Cengkareng

Polisi berhasil meringkus jaringan narkoba kelas kakap yang mendistribusikan sabu dengan menggunakan mobil mewah Toyota Vellfire. Keuntungan bisnis haram itu lantas dibelikan mobil premium Mercy SLK Class.

Polres Jakarta Barat merilis hasil penangkapan terhadap jaringan narkoba yang memasok jenis sabu ke Kompleks Ambon Cengkareng, Jakbar, itu di Kantor Polres Jakbar, Jalan S Parman, Jumat (4/1/2012).

Ada tiga orang yang diamankan oleh polisi, yaitu BM alias Dede yang berperan menampung uang hasil penjualan sabu, ZK alias Acong yang menjadi kurir, dan MV yang juga kurir. Satu tersangka lagi atas nama ED, yang merupakan bandar narkoba, masih buron.

Ketiga orang itu ditangkap beserta uang ratusan juta rupiah, puluhan ribu dollar Amerika Serikat dan tiga mobil. Nah, dua di antara tiga mobil itu tergolong mobil mewah. Yaitu Toyota Alphard Vellfire bernopol B 88 BBI dan Mercy SLK Class yang ditutup nopolnya. Sedangkan satu mobil lainnya adalah Toyota Innova.

Sudah bukan rahasia lagi, Mercy SLK Class Grand Edition warna hitam yang disita sebagai barang bukti berharga selangit, sekitar Rp 1,5 miliar. Mobil dua pintu itu termasuk jarang terlihat di jalanan Jakarta.

Sedangkan kemewahan Toyota Vellfire sudah tidak bisa disangkal lagi. Mobil itu laris dipakai oleh pejabat tinggi, anggota DPR, atau pun pengusaha papan atas. Harganya Rp 700 juta hingga Rp 1,6 miliar, tergantung tipe.



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%