Senin, 25/03/2013 13:49 WIB

Golkar Riau Ajukan 4 Nama ke DPP untuk Bakal Calon Gubernur

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - DPD Golkar Riau telah mengajukan 4 nama ke DPP sebagai bakal calon gubernur. Ke-4 nama merupakan kader partai sendiri.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD Golkar Riau, Masnur kepada wartawan, Senin (25/3/2013). Ke-4 nama yang diajukan adalah Annas Maamun (Ketua DPD Golkar Riau yang juga menjabat sebagai Bupati Rokon Hilir), Syamsuar (Bupati Siak), Karmila (anggota DPRD Rohil dari Fraksi Golkar) dan M Harris (Bupati Pelalawan).

"Nama-nama itu diajukan ke DPP Golkar sepekan lalu dan langsung diterima Ketua Umum (Aburizal Bakrie)," kata Masnur yang juga anggota DPRD Riau itu.

Pengajuan nama sudah sesuai dengan komitmen awal Golkar, yakni mengusung kader sendiri sebagai calon. Kebijakan itu juga untuk mengakomodir permintaan dari pengurus DPD II.

Setelah pengajuan nama, DPP Golkar akan melakukan survei. Tidak menutup kemungkinan DPP Golkar juga akan melakukan survei terhadap calon lain yang diusung oleh partai politik di luar Golkar.

Diperkirakan, Annas Maamun akan terpilih. Sebab, dari empat bakal calon, hanya Annas yang tampak serius untuk maju. Ribuan poster dan balihonya terpajang di seluruh kabupaten dan kota se-Riau.

Pelaksanaan Pilgub Riau akan berlangsung pada September mendatang. Saat ini, beberapa nama yang muncul adalah Wakil Gubernur Riau Mambang Mit (Partai Demokrat). Jon Erizal (Bendahara Umum DPP PAN) yang dikabarkan berpasangan dengan bakal calon dari PKS.

Selanjutnya ada nama Lukman Edy, mantan Menteri PDT yang kini menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PKB. Ada juga nama Suryadi Khusaini (Ketua DPD PDI Perjuangan Riau).



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(cha/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%