Senin, 25/03/2013 11:10 WIB

Tanpa Susno Duadji, Tim Kuasa Hukum Datang ke Kejari Jaksel

Salmah Muslimah - detikNews
Halaman 1 dari 2
Susno Duadji.
Jakarta - Tim kuasa hukum Susno Duadji mendatangi Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada tenggat waktu pemanggilan eksekusi terakhir kliennya. Bukan untuk memenuhi eksekusi, melainkan mempermasalahkan isi surat pemanggilan tersebut. Sebab si mantan Kabareskrim Mabes Polri justru tidak turut serta.

Tim kuasa hukum tiba di Kejari Jaksel, Jl Ranco, Jakarta, pukul 10.25 WIB, Senin (25/3/2013). Ketua tim, Fredrich Yunadi, menjelaskan kedatangan mereka bukan untuk menyerahkan Susno Duaji sebab putusan kasasi MA tidak menegaskan adanya eksekusi putusan vonis 3,5 tahun penjara.

"Dalam pemanggilan tersebut menyatakan pelaksanaan putusan MA. Di dalam putusannya MA menyatakan menolak permohonan kasasi jaksa dan terdakwa serta membebankan ke terdakawa biaya perkara sebesar Rp 2500," paparnya.

"Jadi nggak ada kata-kata di luar diktum itu untuk eksekusi pidana 3,5 tahun. Gak ada diktum menguatkan putusan PT atau PN," tegas Fredrich.

Saat ditanya tentang keberadaan Susno Duaji, tim kuasa hukum hanya menjawab singkat.

"Nanti saja ya usai ketemu orang kejaksaan," jawabnya singkat.

Staf Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah mengirimkan surat panggilan ke tiga untuk pelaksaan eksekusi Susno.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(slm/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%