detikcom
Senin, 25/03/2013 10:53 WIB

2 Terdakwa Teroris Beji Disidang, PN Depok Dijaga Ketat

Hendrik I Raseukiy - detikNews
Lokasi peledakan/dok detikcom
Depok - Dua pelaku peledakan bom di Beji, Depok, diajukan ke persidangan. Pengadilan dijaga ketat, baik oleh personel Brimob maupun Densus 88 Antiteror.

Kedua terdakwa teror adalah M Yusuf alias Yusuf Rizaldi alias Abu Totok dan Agus Abdillah. Mereka dibawa dari Rutan Mako Brimob, Senin (25/3/2013) dini hari. Kemudian mereka ditempatkan di ruang tahanan sementara pengadilan.

Juru bicara PN Depok Iman Lukmanul Hakim menyatakan, pihaknya meminta bantuan Polresta Depok untuk mengamankan sidang. "Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan," terang Iman di ruang sidang utama.

Yusuf dijerat pasal berlapis. Pertama, pasal 15 juncto pasal 7 Perpu No 1 tahun 2002 yang diubah menjadi UU No 12 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Kedua, pasal 15 juncto pasal 9 UU No 12 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Ketiga, pasal 1 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Agus Abdillah dijerat dua pasal, yakni pasal 15 juncto pasal 7 Perpu No 1 tahun 2002 yang ditetapkan menjadi UU No 12 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan kedua, pasal 15 juncto pasal 9 UU No 12 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Majelis hakim akan mempertimbangkan fakta-fakta di persidangan. Mareka terancam hukuman mati," jelas Iman.

Yusuf dan Agus Abdillah terlibat dalam peledakan bom rakitan di sebuah yayasan di Jalan Nusantara RT 04/13 No 63, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2012) lalu. Dalam peristiwa itu, seorang terduga teroris Anwar tewas.

Anggota jaringan ini, Sopian dan Torik, berhasil ditangkap. Densus 88 masih memburu Fahri, Anton, dan John. Disebut-sebut, Yusuf alias Abu Totok adalah 'pengantin' dengan sasaran Istana Presiden, gedung DPR, dan Mako Brimob. Sedangkan Agus merupakan 'pengantin' dengan sasaran Mako Brimob dan Vihara Glodok Jakarta Barat.

Hingga pukul 10.30 WIB, sidang belum dimulai. Sekitar 60 personel Polresta Depok berjaga di sekitar kompleks pengadilan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(try/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%