Senin, 25/03/2013 08:57 WIB

Kapolri Minta Divisi Humas Polri Raih Simpati & Dukungan Publik

Rivki - detikNews
Jakarta - Polri memiliki peran penting dalam menciptakan kondisi keamanan Jelang pemilu 2014. Oleh karena itu, Kapolri Jenderal Timur Pradopo meminta agar Divisi Humas Polri memberikan pemahaman makna pemilu kepada masyarakat.

Hal itu diucapkan Timur Pradopo saat pembukan Rapat Kerja Teknis Divisi Humas Polri di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (25/3/2013). Acara tersebut dihadiri seluruh Kepala Bidang Humas Polda se-Indonesia.

"Ke depan, menjelang agenda nasional pemilu yang diprediksi dengan peningkatan suhu politik tentunya kita perlu mengolah potensi kerawanan agar tidak berkembang," ucap Timur Pradopo dalam sambutannya.

Timur mengatakan, peran humas Polri dalam pemilu ialah meyakinkan masyarakat untuk memberikan rasa aman. Sehingga masyarakat bisa ikut bergerak untuk menciptakan situasi yang kondusif.

"Salah satu peran penting humas, meyakinkan, meraih simpati dan dukungan publik, sehingga masyarakat ikut bergerak dalam penegakan hukum," jelasnya.

Kapolri juga memerintahkan kepada divisi humas untuk bekerjasama dengan media. Hal ini dilakukan untuk mencegah simpang-siur pemberitaan yang nantinya berdampak pada gejolak keamanan.

"Sehingga pemberitaan dapat diterima publik secara utuh sesuai fakta dan disaksikan. Sehingga masyarakat menerima informasi dengan nilai kebenaran dan berimbang," ungkapnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rvk/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%