Detik.com News
Detik.com
Minggu, 24/03/2013 13:33 WIB

Polisi Tunjukkan Rekaman CCTV Kecelakaan Porsche di SCBD

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Polisi Tunjukkan Rekaman CCTV Kecelakaan Porsche di SCBD
Jakarta - Polisi sempat menujukkan rekaman CCTV kepada Isduari Ababil Myron, pengemudi Sirion yang mobilnya ditabrak Porsche Panamera di SCBD. Dari rekaman itu terlihat mobil Isduari ditabrak dari samping oleh Danny Leonardi, pengemudi Porsche yang di dalamnya ada 598 pil Hapy Five tersebut.

"Tadi petugas sempat menujukan rekaman CCTV dari HP-nya dan terlihat mobil saya ditabrak dari samping," kata Isduari usai diperisa di kantor Ditlantas Polda Metro Jaya, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (24/3/2013).

Isduari mengatakan, awalnya dia tidak tahu bagaiman mobilnya yang saat itu melaju di SCBD bisa mengalami kecelakaan. Namun setelah melihat rekaman itu baru terlihat jelas kalau mobilnya ditabrak dari bagian samping.

"Saat itu mulut pengemudi Porsche itu berbau minuman keras," katanya.

Isduari mengatakan saat pemeriksaan, Danny Leonardi didampingi oleh ayahnya. "Saat di lokasi kecelakaan juga bapaknya juga ada dan mendampingi," katanya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%