detikcom
Sabtu, 23/03/2013 21:54 WIB

Penyerangan LP Sleman, Pangdam Diponegoro: Teroris Lebih Terlatih!

Edzan Raharjo - detikNews
Sleman - Pangdam IV Diponegoro Mayjen Hardiyono Saroso membantah anggotanya terlibat dalam aksi penyerangan di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Menurutnya aksi terlatih seperti yang terjadi di LP Cebongan belum tentu dilakukan oleh aparat, bisa jadi teroris.

"Aksi terlatih itu relatif, semua orang ya terlatih," ujar Mayjen Hardiyono Saroso saat mendampingi Menkumham di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu(23/3/2013).

Dia menuturkan aksi terlatih bisa juga dilakukan oleh teroris. Bahkan teroris tergolong lebih terlatih dari aparat penegak hukum seperti TNI maupun Polri.

"Teroris lebih terlatih loh, bisa buat bom dia, bisa menghancurkan gedung di mana-mana," jelasnya.

Dia meminta agar masyarakat tidak menuding pihak TNI ataupun Polri dalam penyerangan yang terjadi di LP Cebongan. "Jangan kalau terlatih konotasinya terus militer, itu enggak ada," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, tadi malam 17 Orang dengan membawa senjata menyerbu Lapas Klas II B Sleman, Yogyakarta. Mereka menembak mati 4 tahanan. Proses penyerbuan hingga pelaku melarikan diri cuma berlangsung 10 menit.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rvk/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%