detikcom
Sabtu, 23/03/2013 16:49 WIB

Polda Yogya Titip Tahanan ke Lapas karena Penjaranya Bobrok

Edzan Raharjo - detikNews
Sleman - Mapolda Yogyakarta mengaku tidak ada indikasi apapun saat menitipkan empat tahanan kasus pengeroyokan anggota Kopasus Sertu Santosa. Ruang tahanan yang dimiliki Polda saat ini memang sudah jelek.

Kapolda Yogya, Brigjen Pol Sabar Raharjo mengatakan, tahanan sengaja dititipkan ke Lapas Cebongan pada hari Jumat (22/3) siang. Jika tetap berada di Polda, ditakutkan akan mudah lari karena ruang tahanan banyak yang rusak.

"Tahanan Polda itukan hancur, plafonnya jebol sehingga bisa memudahkan tahanan lari. Mereka kita titipkan di sini bersama tahanan lain. Ada 11 dengan mereka yang kita bawa ke sini," kata Sabar di LP Cebongan, Yogyakarta, Sabtu (23/3/2013).

Saat akan dititipkan tahanannya, Polda sudah menjelaskan ke pihak LP kasus-kasusnya. Jika kelompok bersenjata bisa masuk ke dalam, Sabar menilai karena pertahanan Lapas yang kurang baik.

Dari keterangan saksi-saksi, kelompok yang masuk semuanya menggunakan senjata laras panjang. "Senjata laras panjang semua, ada FN, bahkan ada granat, tapi detailnya saja belum tahu," lanjutnya lagi.

Pada saat penyerangan terjadi, LP Cebongan hanya dijaga oleh 10 petugas. Saat penyerangan, hampir semua petugas terluka. 2 Mengalami luka berat, lainnya ringan. Mereka ada yang diinjak maupun dipukul.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mok/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%